Sabtu, 27 Oktober 2012

Peramalan Epidemi Penyakit Tanaman


1.    Prakiraan penyakit
Prakiraan datangnya penyakit pada tanaman sangat berguna untuk menekan kerugian akibat peyakit yang ditimbulkan karena akan ada upaya-upaya pencegahan yang dapat dilakukan sebelum penyakit tersebut datang menyerang. Akan tetapi untuk mengetahui atau membperkirakan pepidemi penyakit bukanlah hal yang mudah, karena ada banyak faktor yang berperan didalamnya. Selain pengamatan faktor-faktor cuaca, seperti kelembaban udara, penyinaran matahari, sering diperlukan pengamatan biologis, seperti kerapatan spora patogen di udara, populasi vektor serangga dan lain-lain. Makin lengkap data yang tersedia mengenai hubungan antara intensitas penyakit dengan bermacam-macam faktor tersebut, cara prakiraan akan semakin tepat.
Untuk menyusun cara prakiraan perlu diketahui stadium mana dari daur penyakit yang memegang peranan penting bagi penyakit selanjutnya dan keadaan luar yang bagaimana yang sangat mempengaruhi stadium ini. Dalam memprakirakan penyakit tanaman yang sedang berkembang, mereka harus mengerti beberapa sifat patogen tertentu. Inang dan lingkungannya. Secara umum untuk penyakit monosiklik, seperti : busuk akar kacang kapri dan layu stewart pada jagung, dan penyakit polisiklik yang mungkin mempunyai cukup banyak inokulum awal, seperti kudis apel, perkembangan penyakit mungkin dapat diduga dengan menaksir inokulum awal.
Agar dapat disusun cara prakiraan yang bermanfaat, beberapa syarat berikut ini diperlukan, yaitu :
1.    Pertanaman merupakan tanaman penting, misalnya : tanaman pangan, tanaman perkebunan, yang mempunyai nilai tinggi
2.    Penyakit dapat menimbulkan kerugian besar, tetapi hanya pada keadaankeadaan tertentu saja. Kalau pengendalian dilakukan terus menerus akan memerlukan biaya tinggi tetapi jika tidak dilakukan dapat berbahaya terjadi epidemi.
3.    Perlu terdapat cukup keterangan, baik hasil pengamatan maupun penelitian, mengenai pengaruh berbagai faktor lingkungan terhadap perkembangan penyakit
4.    Para penanam (petani) cukup siap dan mengerti prakiraan epidemi penyakit.
5.    Untuk penyakit yang bersangkutan telah tersedia cara pengendalian yang tepat.
6.    Terdapat jarak (tenggang) waktu yang cukup antara diumumkannya hasil prakiraan dengan timbulnya epidemi penyakit.

Umumnya suatu hal yang bermanfaat untuk mendapatkan informasi yang sebanyak-banyaknya, yaitu : tersedia informasi tentang penyakit sebelum berusaha menduga perkembangannya, akan tetapi pada banyak kasus, hanya satu atau dua faktor yang sangat mempengaruhi perkembangan penyakit, sehingga pengetahuan yang banyak tentang faktor-faktor tersebut telah cukup untuk merumuskan prakiraan penyakit tanaman menggunakan kriteria jumlah inokulum awal.

2.    Monitoring faktor cuaca yang mempengaruhi perkembangan penyakit
Beberapa kesulitan muncul dari kebutuhan untuk memonitoring secara terus menerus beberapa faktor yang berbeda (suhu, kelembaban, kebasahan daun, hujan, angin, dan kabut) pada tempat-tempat yang berbeda dalam kanopi tumbuhan pada satu lahan atau lebih.
Beberapa jenis alat-alat tradisional dan alat elektrik yang dioperasikan dengan baterai digunkan untuk mengukur berbagai faktor cuaca. Pengukuran suhu dilakukan dengan berbagai tipe termometer, higrotermograf, termokopel, dan terutama dengan termistor (semi konduktor dengan ketahanan bersifat elektrik yang mengalami banyak perubahan terhadap suhu).
Pada sistem monitoring cuaca moderen, sensor cuaca dihubungkan dengan alat data-logging. Data yang ada dapat dibaca pada layar digital atau data tersebut dipindahkan ke kaset atau printer. Data dalam kaset dapat dipindahkan ke komputer sehingga dapat dilihat dan diproses ke dalam beberapa bahasa komputer, kemudian dapat disusun menjadi matrik-matrik yang terpisah untuk setiap variabel cuaca, diplot dan dianalisis.
3.    Sistem peringatan dini ke petani
Sistem peringatan dini dimulai dari petani, penyuluh pertanian atau konsultan khusus yang mensurvei lahan tertentu secara rutin atau apabila kondisi cuaca menguntungkan pematangan inokulum primer atau munculnya penyakit tertentu. Belakangan ini, telah dicoba dan digunakan sistem peringatan dini dengan menggunakan komputer untuk penyakit tertentu di beberapa negara bagian. Beberapa diantaranya (seperti : BLITECAST) menggunakan komputer yang ditempatkan secara terpusat yang memproses data cuaca yang dikumpulkan dari lahan oleh setiap petani dan dikirimkan dengan interval tertentu atau apabila timbul keadaan cuaca tertentu. Komputer memeriksa data, menentukan apakah periode infeksi telah dekat, mungkin terjadi infeksi atau tidak dan dibuat rekomendasi untuk petani apakah akan dilakukan penyemprotan atau tidak dan bahan kimia yang akan digunakan.
4.    Menaksir kehilangan hasil
Datangnya epidemi dapat diprakirakan, demikian juga perkembangan penyakit mencapai tingkatan atau proporsi tertentu. Yang sering menjadi bahan pertimbangan dalam pelaksanaan pengindahan peringatan pada peramalan penyakit yaitu : seberapa besar kerugian hasil jika peringatan tersebut tidak diindahkan . Oleh karena itu diperlukan pengetahuan tentang hubungan beratnya penyakit terhadap besarnya kehilangan hasil dalam bentuk tabel atau dalam bentuk model matematik. Hubungan berat penyakit terhadap kehilangan hasil dapat disusun dalam bentuk tabel atau model matematik, yang biasanya sudah diuji berulangkali di berbagai ruang (baca tempat) dan di berbagai musim tanam (baca waktu). Hubungan berat penyakit terhadap kehilangan hasil dalam model matematik lebih banyak berkembang karena dapat diprediksi melalui hitungan-hitungan matematis dan dapat dibandingkan secara statistik, sehingga dapat digunakan untuk menjelaskan gambaran berat penyakit ke dalam gambaran besarnya kehilangan hasil.

0 komentar:

Posting Komentar

 
Design by Wordpress Theme | Bloggerized by Free Blogger Templates | coupon codes