Sabtu, 27 Oktober 2012

Cara Pembuatan Pupuk Kompos


Kompos atau humus adalah sisa sisa makhluk hidup yang telah lapuk, lalu bentuknya berubah menyerupai tanah dan tidak mengeluarkan bau. Kompos mengandung hara NPK yang lengkap walaupun presentasenya relative kecil. Kompos juga mengandung senyawa-senyawa lain yang sangat bermanfaat bagi tanaman.

Kompos dapat disebut sebagai multivitamin bagi tanah dan tanaman. Kompos dapat mengubah sifat fisik dan kimia tanah menjadi labih baik. Kompos juga berfungsi untuk mengambalikan kesuburan tanah. Tanaman yang diberik kompos akan lebih subur dan menjadi tanah yang berkualitas.
Cara pembuatan pupuk kompos sangat cepat, seperti pembuatan pupuk atau pupuk alam pada umumnya. Semuanya itu merupakan unsur yang sangat penting untuk kesuburan tanah.
Pembuatan pupuk ini ada yang dilakukan dengan cara tradisional dan menghabiskan waktu 1-1,5 bulan , untuk mempercepat proses pembuatan pupuk kompos agar dapat segera digunakan dan juga hasilnya bagus. Bagaimanapun juga, dengan proses yang cepat  kita juga  harus mempertahankan kualitasnya.
Pertama, siapkan bahan-bahannya terlebih dahulu. Daun-daun yang harus disiapkan (sisa-sisa makanan ternak), hampir semua makan ternak bisa diolah karena mengandung kandungan nutrisi yang bagus untuk tanaman, disamping itu kita juga harus menyiapkan arang sekam (satu kaleng), dedak yang halus (satu kaleng), kotoran ternak dan karena daunnya masih utuh maka dipotong-potong terlebih dahulu (dicacah) paling panjang 2,5 cm, kemudian dicampur jadi satu. Setelah itu buatlah tetes tebu, kalau tidak ada, kita bisa buat dari gula merah diencerkan kira-kira dua liter tetapi kita ambil lima sendok saja, kemudian EM4 (starter yang bisa kita beli). Kita ambil 5 sdm, kemudian kita siapkan air, kita campur dengan 10 liter air.
Kemudian kita letakkan di pasangan semen atau tikar yang rapat (yang teduh), kita ratakan  dengan ketinggian kira-kira maksimal 15 cm, untuk ukuran panjang dapat disesuaikan kondisi tempat dan tutupnya, yang penting ditutup rapat. Ditutup kira-kira empat hari.


CIRI – CIRI KOMPOS TELAH MATANG
Untuk mengetahui tingkat kematangan kompos dapat dilakukan dengan uji dilaboratorium untuk atau pun pengamatan sederhana di lapang. Berikut ini disampaikan cara sederhana untuk mengetahui tingkat kematangan kompos :
1.    Dicium/dibaui
Kompos yang sudah matang berbau seperti tanah dan harum, meskipun kompos dari sampah kota. Apabila kompos tercium bau yang tidak sedap, berarti terjadi fermentasi anaerobik dan menghasilkan senyawa-senyawa berbau yang mungkin berbahawa bagi tanaman. Apabila kompos masih berbau seperti bahan mentahnya berarti kompos belum matang.
2.    Warna kompos
Warna kompos yang sudah matang adalah coklat kehitam-hitaman. Apabila kompos masih berwarna hijau atau warnanya mirip dengan bahan mentahnya berarti kompos tersebut belum matang.
3.    Penyusutan
Terjadi penyusutan volume/bobot kompos seiring dengan kematangan kompos. Besarnya penyusutan tergantung pada karakteristik bahan mentah dan tingkat kematangan kompos.Penyusutan berkisar antara 20 – 40 %. Apabila penyusutannya masih kecil/sedikit, kemungkinan proses pengomposan belum selesai dan kompos belum matang.
4.    Tes kantong plastik
Contoh kompos diambil dari bagian dalam tumpukan. Kompos kemudian dimasukkan ke dalam kantong plastik, ditutup rapat, dan disimpan di dalam suhu ruang selama kurang lebih satu minggu. Apabila setelah satu minggu kompos berbentuk baik, tidak berbau atau berbau tanah berarti kompos telah matang.
5.    Tes perkecambahan
Contoh kompos letakkan di dalam bak kecil atau beberapa pot kecil. Letakkan beberapa benih (3– 4 benih). Jumlah benih harus sama. Pada saat yang bersamaan kecambahkan juga beberapa benih di atas kapas basah yang diletakkan di dalam baki dan ditutup dengan kaca/plastik bening. Benih akan berkecambah dalam beberapa hari. Pada hari ke-5 / ke-7 hitung benih yang berkecambah. Bandingkan jumlah kecambah yang tumbuh di dalam kompos dan di atas kapas basah. Kompos yang matang dan stabil ditunjukkan oleh banyaknya benih yang berkecambah.
6.    Suhu
Suhu kompos yang sudah matang mendekati dengan suhu awal pengomposan. Suhu kompos yang masih tinggi, atau di atas 50oC, berarti proses pengomposan masih berlangsung aktif.
7.    Kandungan air kompos
Kompos yang sudah matang memiliki kandungan kurang lebih 55-65%.

0 komentar:

Poskan Komentar

 
Design by Wordpress Theme | Bloggerized by Free Blogger Templates | coupon codes